Definisi Payudara

Breast, PayudaraBreast (Bahasa: Inggris) atau Payudara mempunyai fungsi Menyusui.
Fungsi utama dari kelenjar susu adalah memberikan nutrisi dalam bentuk air susu bagi bayi atau balita.
Proses pemberian air susu ini dinamakan menyusui.

Peranan seksual:

Payudara memegang peranan penting dalam kebiasaan seksual manusia.
Payudara merupakan salah satu karakteristik seks sekunder dan memegang peranan penting dalam daya tarik seksual pada partnernya, dan kesenangan individual.
Payudara juga merupakan bagian tubuh wanita yang paling lama dilihat oleh lawan jenisnya.
Payudara juga merupakan bagian tubuh wanita yang membuat pria tergoda dan merupakan daya tarik seksual seorang wanita.
Bila wanita memiliki payudara seksi dan indah, tentunya mereka akan bangga.
Payudara juga menjadi daya tarik seksual laki-laki yang melihat bentuknya (sex appeal).
Maka, penting sekali untuk merawat keindahan payudara. Salah satu cara untuk merawat keindahan payudara adalah dengan mengenakan beha (bra).
Payudara yang indah dan terawat sangat berperan dalam menjaga durasi dalam berhubungan intim, dikarenakan payudara itu sendiri memiliki daya tarik yang sangat tinggi.

Ukuran payudara:

bra, behaBra (beha) berfungsi untuk menyangga dan merawat payudara.

Banyak wanita mengidamkan payudara yang indah dan besar.
Karena itu tidak sedikit wanita yang ingin memperbesar atau mengencangkan payudaranya baik dengan cara alami maupun yang instan.

Tetapi, ada beberapa keuntungan dari payudara berukuran kecil yaitu:

  1. Bebas berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya tanpa mengkhawatirkan guncangan-guncangan yang terasa tidak nyaman di bagian torso maupun pada bra.
  2. Tidak akan khawatir payudara akan menurun dan mengendur, bahkan setelah memiliki anak.
  3. Tidak risih ketika harus berdesakan dengan orang-orang lain di dalam bus kota atau kereta api dalam kota. Risiko bersinggungan dengan tubuh orang lain pun dapat diminimalisir.
  4. Tidak mengalami sakit punggung karena menahan payudara yang berat. Dan bebas dari rasa sakit akibat tali bra yang mengikat punggung dan pundak.
  5. Bisa tidur telungkup tanpa merasakan ketidaknyamanan di bagian dada. Ketika berbalik untuk kembali telentang, kedua payudara akan kembali ke tempat di mana seharusnya, dan bukannya “terjatuh” ke samping kiri dan kanan.
  6. Tidak akan mengalami kesulitan mencari pakaian atasan yang pas, karena bagian dada bisa dikancingkan dengan mudah.
  7. Tidak perlu sering-sering memakai bra. Ini bisa mengurangi rasa sakit akibat kawat pada bra yang berfungsi menyangga payudara. Bahkan mungkin tidak memerlukan bra yang menggunakan kawat.
  8. Tidak semua pria menyukai wanita dengan payudara besar. Pria kebanyakan akan menyukai payudara yang berukuran sedang, namun bagi wanita yang payudaranya berukuran mini pun tak perlu khawatir.
  9. Terhindar dari tatapan nakal para pria yang dijumpai di masyarakat luar. Jadi, ketika berbicara dengan rekan sekantor atau klien, pria akan langsung menatap mata, bukan bagian tubuh yang lain.
  10. Mudah dalam mendeteksi kanker payudara karena benjolan akan langsung dapat terasa. Karena sel kanker tidak “terkubur” di dalam lemak payudara.

Beberapa faktor yang menyebabkan perubahan pada bentuk payudara beserta solusinya, yakni:

Usia:
Ligament cooper (urat yang mempertahankan bentuk payudara) pasti akan melemah seiring dengan bertambahnya usia. Sebagian besar payudara terdiri dari lemak, kelenjar, dan saluran akan mengendur. Karena payudara adalah organ yang sangat dinamis dan elastis dari tubuh manusia. Melakukan pijat secara teratur bisa mencegah pengenduran payudara. Hal ini karena pijat memiliki kemampuan untuk merangsang aliran darah ke daerah tersebut, sehingga membuat payudara tetap kencang.

Kehamilan:
Selama dalam masa hamil ada beberapa perubahan dalam ukuran payudara dan sebagian besar perubahan ini menjadi permanen. Payudara akan naik dan menunjukkan pembesaran ukuran karena tubuh bersiap-siap agar ibu dapat menyusui bayinya setelah lahir.

Menstruasi:
Ukuran payudara akan sedikit mengalami perubahan selama siklus menstruasi. Perubahan ukuran dari payudara ini biasanya disertai dengan perubahan bentuk puting dan terkadang ada benjolan di sekitar payudara. Perubahan ini disebabakan oleh hormon progesteron.

Keturunan:
Faktor keturunan memainkan peranan cukup besar dalam menentukan ukuran payudara. Biasanya hal ini ditentukan dari ukuran payudara sang ibu. Tapi tidak semua anak memiliki ukuran payudara yang sama dengan ibunya, karena faktor lain juga turut mempengaruhi termasuk dari genetika ayah.

Olahraga:
Olahraga dapat mempengaruhi ukuran payudara. Salah satunya adalah bentuk latihan yang bekerja langsung terhadap otot dada yang mendasari jaringan payudara, dan membantu mengencangkan payudara. Selain itu yoga dan terapi Ayurvedic juga mempengaruhi ukuran payudara. Dengan melakukan beberapa olahraga untuk payudara, maka otot dada akan dibangun sehingga membuat payudara terlihat lebih membusung dan naik. Olahraga yang bisa dilakukan untuk membuat payudara tetap sehat adalah jogging, berenang, tenis, bersepeda dan juga memanjat. Selain itu, push up yang masing-masing dilakukan dengan barbel, bangku atau mesin juga bisa menguatkan otot dada.

Makanan:
Beberapa makanan mengandung zat tertentu yang dapat meningkatkan ukuran payudara. Sebut saja kedelai, ginseng, akar dandelion, dan semua biji-bijian. Karenanya, beberapa wanita yang sering mengonsumsi makanan ini kemungkinan memiliki payudara yang lebih besar.

Bra:
Menggunakan bra yang sesuai dapat memberikan dukungan yang tepat untuk payudara. Bra dengan ukuran pas harus bergerak sesuai dengan gerakan pemakai tanpa ada tali yang terlepas. Jika sejak muda sudah menggunakan bra yang tepat, maka payudara akan tumbuh dengan baik. Selain menopang payudara, terdapat juga bra yang berfungsi sebagai pengencang dan pembesar payudara.

Rokok:
Selain membahayakan kesehatan secara keseluruhan, nikotin yang terdapat dalam rokok juga dapat mempercepat proses penuaan dan merusak elastisitas kulit. Tak hanya kulit wajah saja, tetapi nikotin juga dapat mengendurkan kulit pada payudara.

Aktivitas Seksual:
Selama kegiatan seksual berlangsung, payudara seringkali “dimainkan” sehingga lama-kelamaan akan mengendur (melorot) dan menjadi tidak elastis lagi (lembek).